Bersyukurlah hai Teman!
Tuesday, November 9, 2010
Bismillah
Entah sampai kapan saya harus menjalani kehidupan seperti ini, itulah kalimat yang dikeluarkan oleh seorang teman dekat saya kepada saya. Ketika Om Dedi tanya lebih lanjut, ternyata teman saya itu mengeluhkan tentang keadaan hidupnya yang sampai saat ini tidak menentu. Jangankan untuk Pergi Haji ataupun berqurban, untuk menafkahi anak istri saja terkadang harus benar-benar memutar otak dan memeras keringat.
Oh, ternyata hal ini yang dikeluhkan olehnya. Maka Om Dedi pun sempat berbicara panjang lebar dengannya yang pada akhirnya kita berduapun sampai pada suatu kesimpulan bahwa setiap kehidupan itu berbeda-beda sudut pandangnya. Sebagai contoh, seorang karyawan apabila melihat seorang usahawan cenderung berkata (umumnya) "Enak ya jadi pengusaha, bebas!" begitulah kira-kira dan sebaliknya seorang usahawan pun akan berkata (umumnya) "Enak ya jadi karyawan, penghasilannya tetap, aman!" dan akan terus seperti itu dan begitu terus, dan itulah sifat manusia, tidak pernah ada rasa puas dan kenyang akan kehidupan di dunia ini.
Oleh sebab itu Om Dedi dan teman berkesimpulan bahwa faktor utama permasalahannya adalah ketidak bersyukuran atau kurang bersyukurnya kita dalam menerima apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kita, termasuk di dalamnya kesehatan, iman dan Islam, kesempatan dan yang lainnya. Kita akan mengatakan mendapat rezeki apabila kita mendapatkan uang alias duit, padahal rezeki itu bukan hanya itu. Namun itulah kita, karena kehidupan sekarang ini selalu dikaitkan dengan duit, uang, duit dan uang. Bukan artinya kita tidak boleh mencari duit sebanyak-banyaknya selama jalan yang kita tempuh itu halal, namun jika kita berusaha kita juga harus ingat bahwa kita hanya wajib berusaha, hasilnya itu adalah hak Allah SWT, jadi jangan putus asa apabila kita gagal dalam usaha tersebut.
Akhirnya dengan penuh rasa percaya diri dan semangat, teman saya itu tersenyum dan berkata, insya Allah saya akan terus berusaha hingga akhir hayat saya, karena setidaknya saya melakukan sesuatu, berikhtiar, semoga Allah berkenan memberikan hasil yang saya inginkan bahkan lebih. Aaamiiin. Dan pada Blog Om Dedi ini akhirnya saya pribadi berpesan bahwa, syukurilah apa yang ada pada diri kita, jangan selalu melihat apa yang dimiliki orang lain namun selalu berfikir bahwa hidup ini hanyalah suatu proses yang harus kita lalui, yaitu proses dimana kita harus berbuat kebajikan sebanyak mungkin untuk bekal kehidupan kita yang abadi di akhirat nanti, sebab kebanyakan manusia telah tertipu dengan kehidupan di dunia yang fana atau sementara ini.
Untuk teman saya, semoga tercapai cita-citanya dan semoga Allah memberikan yang terbaik untuknya, aamiiin.
Oh, ternyata hal ini yang dikeluhkan olehnya. Maka Om Dedi pun sempat berbicara panjang lebar dengannya yang pada akhirnya kita berduapun sampai pada suatu kesimpulan bahwa setiap kehidupan itu berbeda-beda sudut pandangnya. Sebagai contoh, seorang karyawan apabila melihat seorang usahawan cenderung berkata (umumnya) "Enak ya jadi pengusaha, bebas!" begitulah kira-kira dan sebaliknya seorang usahawan pun akan berkata (umumnya) "Enak ya jadi karyawan, penghasilannya tetap, aman!" dan akan terus seperti itu dan begitu terus, dan itulah sifat manusia, tidak pernah ada rasa puas dan kenyang akan kehidupan di dunia ini.
Oleh sebab itu Om Dedi dan teman berkesimpulan bahwa faktor utama permasalahannya adalah ketidak bersyukuran atau kurang bersyukurnya kita dalam menerima apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kita, termasuk di dalamnya kesehatan, iman dan Islam, kesempatan dan yang lainnya. Kita akan mengatakan mendapat rezeki apabila kita mendapatkan uang alias duit, padahal rezeki itu bukan hanya itu. Namun itulah kita, karena kehidupan sekarang ini selalu dikaitkan dengan duit, uang, duit dan uang. Bukan artinya kita tidak boleh mencari duit sebanyak-banyaknya selama jalan yang kita tempuh itu halal, namun jika kita berusaha kita juga harus ingat bahwa kita hanya wajib berusaha, hasilnya itu adalah hak Allah SWT, jadi jangan putus asa apabila kita gagal dalam usaha tersebut.
Akhirnya dengan penuh rasa percaya diri dan semangat, teman saya itu tersenyum dan berkata, insya Allah saya akan terus berusaha hingga akhir hayat saya, karena setidaknya saya melakukan sesuatu, berikhtiar, semoga Allah berkenan memberikan hasil yang saya inginkan bahkan lebih. Aaamiiin. Dan pada Blog Om Dedi ini akhirnya saya pribadi berpesan bahwa, syukurilah apa yang ada pada diri kita, jangan selalu melihat apa yang dimiliki orang lain namun selalu berfikir bahwa hidup ini hanyalah suatu proses yang harus kita lalui, yaitu proses dimana kita harus berbuat kebajikan sebanyak mungkin untuk bekal kehidupan kita yang abadi di akhirat nanti, sebab kebanyakan manusia telah tertipu dengan kehidupan di dunia yang fana atau sementara ini.
Untuk teman saya, semoga tercapai cita-citanya dan semoga Allah memberikan yang terbaik untuknya, aamiiin.

0 comments:
Post a Comment