Sakit ya kali dilempar batu

Friday, May 28, 2010

Kali ini Om Dedi melakukan sesuatu yang bahkan saya sendiri gak bisa ngebayangin, kok bisa ya? namun semua itu dilakukan untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Selama ini jika kita diberi cobaan berupa kesulitan oleh Allah, kebanyakan dari kita mengeluh dan bingung dengan hal ini, kok begini, kok begitu yang pada akhirnya kita tak mampu menyingkap tabir yang ada pada keadaan itu sendiri.

Saya pernah membaca artikel kira kira seperti ini, maaf ya Blog Om Dedi ijin buat nulis ulang walaupun hanya resumenya saja tapi tetap harus minta ijin dulu. Ceritanya begini, ada sebuah proyek pembangunan gedung bertingkat yang sedang dilaksanakan dan pada proyek ini dipimpin oleh seorang kita sebutlah "Mandor" yang tugasnya memberi pengarahan dan mengecek apakah pekerjaan di proyek ini sudah berjalan sesuai rencana.

Pada suatu saat sang mandor ini menemukan keganjilan pada pekerjaan di lantai atas, sedangkan pekerja yang mengerjakan pekerjaan itu berada di bawahnya ya sebut saja sekitar 4 sampai 5 lantai. mandor itu perlu segera memberi tahu pekerja tersebut bahwa ada kesalahan di atas ini, tapi tak mungkin dia turun karena tangga sedang digunakan akhirnya sang mandor berteriak teriak kepada pekerja di bawah itu, namun karena bisingnya suara di sekitar proyek tersebut akhirnya sia sia saja semua usaha si mandor tersebut.

akhirnya dia punya ide, kebetulan di dalam sakunya terdapat beberapa "Uang Koin" bekas kembalian beli bensin, akhirnya dia lemparkan koin itu ke bawah ke arah pekerja tersebut. pekerja yang gak sadar bahwa tuh koin sengaja dilempar begitu melihat ada uang koin sebutlah 500 an "jatuh" ya maen pungut saja (lumayan pikirnya), hingga beberapa kali kejadian itu, tetap saja tuh koin yang jatuh dimasukkin ke kantongnya.

akhirnya si mandor punya ide yang lain, diambilnya sebuah batu kerikil kecil dan dijatuhkan ke arah pekerja tersebut dan tepat mengenai lengan si pekerja. tentu saja pekerja tersebut kaget dan segera mencari siapa yang melemparnya, akhirnya dengan "lemparan batu" tersebut si pekerja menengok ke atas juga dan melihat si mandor yang berteriak-teriak kepadanya.

Dari cerita ini mungkin kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Allah seringkali memberikan teguran kepada kita dengan berbagai cara, ada yang melalui nikmat ada pula yang melalui "sakit". ketika Allah melihat ada sesuatu yang tidak beres pada hambaNya, tentu saja Allah menginginkan bahwa hamba tersebut segera bertobat dengan sendirinya dengan menyadari kesalahannya. (kita anggap ini opsi pertama yang ideal).

nah bila cara ini tidak bisa (alias seperti si mandor sudah berusaha memanggil kepada bawahannya) maka Allah menurunkan Opsi kedua yaitu ditegur melalui kenikmatan (tapi dasar manusia biasanya kalau dengan cara ini malah makin terlena aja). akhirnya opsi ketiga berjalan juga yaitu Allah memberikan tegurannya dengan memberikan "Sakit" (seperti si mandor yang melempar batu ke arah pekerja tersebut) dan biasanya cara ini sangat manjur.

Tetapi ada juga beberapa orang yang karena sudah keras hatinya hingga diberi opsi ketiga pun masih belum bisa sadar, tetapi apakah perlu dikeluarkan opsi keempat (alias dibersihkan di neraka), Ya Allah, aku berlindung dari hal tersebut kepada Mu, ya Allah.

nah, mungkin inilah yang menyadarkan Om Dedi saat ini bahwa saat ini saya telah melenceng agak jauh dari tujuan hidup sebenarnya dan alhamdulillah ternyata Om Dedi dapet opsi tiga alias harus dikasih sakit dulu baru sadar dan semoga jangan sampai diberi opsi empat (iiih.... sereeem). akhirnya jika memang kita mempercayai Allah, maka percayailah Allah dengan seluruh jiwa dan raga kita, gak pake alasan ini itu, pokoknya percaya titik gak pake koma lagi.

semoga dengan kejadian ini saya bisa lebih mawas diri dan arif dalam menjalani hidup di dunia yang penuh dengan cobaan dan tantangan ini.

0 comments:

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP